MALANG – Upaya penyelamatan mata air terus digerakkan oleh komunitas lingkungan. Kali ini, Sekretariat Kaliku Lestari Nusantara menerima kunjungan dari Tim KOPLING Tamanayu Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, dalam rangka silaturahmi sekaligus penguatan langkah konservasi mata air di kawasan Gunung Sriti.
Sebanyak tiga personel KOPLING hadir dan menyampaikan kondisi terkini kawasan hutan lindung yang selama ini menjadi penyangga mata air. Husein, Ketua KOPLING Tamanayu Pronojiwo, mengungkapkan bahwa hutan lindung tersebut telah mengalami kerusakan akibat aktivitas pembabatan, sehingga mengancam keberlanjutan mata air yang menjadi sumber kehidupan masyarakat sekitar.
“Kerusakan hutan lindung ini berdampak langsung pada mata air. Jika tidak segera ditangani, ancaman krisis air di masa depan bukan hal yang mustahil,” ujar Husein saat berdiskusi di Sekretariat Kaliku.
Menanggapi hal tersebut, Kaliku Lestari Nusantara menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif konservasi yang telah dirintis oleh KOPLING. Sebagai bentuk dukungan nyata, Kaliku menyalurkan 1.000 bibit ficus serta tambahan 100 bibit MPTS (Multi Purpose Tree Species) yang akan digunakan untuk kegiatan rehabilitasi kawasan penyangga mata air Gunung Sriti.
Perwakilan Kaliku Lestari Nusantara menyampaikan bahwa konservasi mata air tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan, tetapi harus ditopang oleh gerakan komunitas yang konsisten dan berakar di wilayahnya. Ficus dipilih karena memiliki fungsi ekologis penting dalam menjaga ketersediaan air, sementara MPTS memberikan manfaat ekologis sekaligus ekonomi bagi masyarakat.
“Kami percaya, gerakan yang lahir dari kepedulian masyarakat lokal memiliki peluang besar untuk berhasil. Dukungan bibit ini diharapkan dapat memperkuat upaya konservasi yang sudah berjalan,” ujar perwakilan Kaliku.
Kolaborasi antara Kaliku Lestari Nusantara dan KOPLING Tamanayu Pronojiwo ini diharapkan menjadi langkah awal yang berdampak jangka panjang bagi pemulihan ekosistem hutan dan keberlanjutan mata air di kawasan Gunung Sriti. Kedua komunitas sepakat bahwa menjaga hutan dan mata air adalah tanggung jawab bersama demi keberlangsungan kehidupan generasi mendatang.
Langkah kecil yang dilakukan hari ini diharapkan mampu memberi dampak positif bagi lingkungan dan semesta, sejalan dengan semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap alam. Salam Lestari.
0Komentar