Malang — Selama enam tahun terakhir, gerakan konservasi yang digagas oleh Kaliku Lestari Nusantara menunjukkan konsistensi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Berbagai aksi nyata mulai dari bersih sungai, penanaman pohon, hingga edukasi lingkungan terus dilakukan secara berkelanjutan.
Sejak berdiri enam tahun lalu, organisasi ini memfokuskan gerakannya pada penyelamatan sumber daya air dan ekosistem sekitar. Kegiatan bersih sungai menjadi agenda rutin yang melibatkan relawan, masyarakat sekitar, hingga komunitas pemuda. Aksi tersebut tidak hanya bertujuan mengangkat sampah, tetapi juga membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga aliran sungai dari pencemaran.
Dalam kurun waktu tersebut, ratusan titik sungai dan saluran air telah menjadi sasaran kegiatan pembersihan. Sampah plastik, limbah rumah tangga, hingga material non-organik berhasil diangkat dari aliran sungai yang sebelumnya mengalami pendangkalan dan penyumbatan.
Tak berhenti pada aksi bersih sungai, Kaliku Lestari Nusantara juga aktif melakukan penanaman pohon di berbagai kawasan rawan erosi dan sekitar mata air. Program tanam pohon dilakukan secara bertahap dengan menggandeng berbagai elemen, mulai dari pelajar, perangkat desa, hingga komunitas pecinta alam. Upaya ini bertujuan memperkuat daya dukung lingkungan serta menjaga debit air tetap stabil di musim kemarau.
Selain aksi lapangan, aspek edukasi menjadi pilar penting dalam gerakan konservasi tersebut. Sosialisasi ke sekolah-sekolah, diskusi lingkungan, hingga pelatihan pengelolaan sampah berbasis masyarakat menjadi bagian dari strategi jangka panjang organisasi. Edukasi ini dinilai penting untuk membentuk pola pikir ramah lingkungan sejak usia dini.
Dalam perjalanannya, gerakan ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan pendanaan, minimnya kesadaran sebagian masyarakat, hingga faktor cuaca saat kegiatan lapangan berlangsung. Namun konsistensi para pengurus dan relawan menjadi kunci keberlanjutan program.
Memasuki tahun ketujuh, Kaliku Lestari Nusantara berkomitmen memperluas jejaring kolaborasi dan memperkuat program berbasis konservasi sumber mata air. Organisasi ini berharap gerakan yang telah berjalan selama enam tahun tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi tumbuh sebagai budaya bersama dalam menjaga lingkungan.
Jejak perjalanan enam tahun ini menjadi bukti bahwa gerakan akar rumput, ketika dijalankan secara konsisten dan kolektif, mampu memberi dampak nyata bagi kelestarian alam.
https://1drv.ms/b/c/c2fbdf85800f9049/IQAmxgOIqc_oSJUpzcZQr-ZtAYjJNqDll-AkT36clmI3vbQ
0Komentar