Gpd0GpW7Tpd5GUC5GpGoGfG9Ti==

Headline:

**Beban Sampah di Kali Bango Butuh Penanganan Ekstra, Ancam Kualitas Air Bersih Kota Malang**

**Beban Sampah di Kali Bango Butuh Penanganan Ekstra, Ancam Kualitas Air Bersih Kota Malang**
*Malang* — Persoalan sampah di Kali Bango dinilai semakin memprihatinkan dan membutuhkan penanganan serius dari berbagai pihak. Temuan tersebut disampaikan oleh Kaliku Lestari Nusantara usai melakukan survei lapangan dalam rangka persiapan kegiatan susur sungai.

Dari hasil pengamatan tim di lapangan, ditemukan sejumlah titik pembuangan sampah liar di berbagai aliran sungai yang bermuara ke Kali Bango. Kondisi tersebut tersebar mulai dari kawasan hulu hingga anak-anak sungai yang terhubung langsung dengan aliran utama.

Tidak hanya sampah rumah tangga yang berserakan di bantaran sungai, tim juga menemukan setidaknya dua titik tempat penampungan sampah (TPS) yang berada tepat di pinggir aliran sungai. Mirisnya, lokasi tersebut terpantau tanpa sistem pengelolaan yang memadai.

Gunungan sampah terlihat menumpuk di tepi sungai, bahkan sebagian di antaranya dibakar secara terbuka. Praktik pembakaran terbuka tersebut dinilai tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan bagi masyarakat sekitar.
“Ini menjadi persoalan serius karena ketika hujan turun dan debit air meningkat, sampah-sampah tersebut sangat berpotensi hanyut ke aliran sungai,” ujar perwakilan Kaliku Lestari Nusantara.

Kondisi ini semakin mengkhawatirkan mengingat di aliran Kali Bango terdapat Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang menjadi sumber kebutuhan air bersih warga Kota Malang dan dikelola oleh Perumda Tugu Tirta Kota Malang.

Sampah yang terus masuk ke badan sungai dikhawatirkan dapat mengganggu proses pengolahan air sekaligus menurunkan kualitas lingkungan di sepanjang aliran sungai. Selain itu, sedimentasi akibat penumpukan sampah juga berpotensi meningkatkan risiko banjir saat musim penghujan.
Kaliku Lestari Nusantara menilai persoalan ini tidak bisa diselesaikan secara parsial. Diperlukan langkah terpadu mulai dari penataan TPS, penguatan sistem pengelolaan sampah, edukasi masyarakat, hingga pengawasan terhadap pembuangan liar di kawasan bantaran sungai.

Melalui temuan lapangan ini, Kaliku berharap seluruh pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun pelaku usaha, dapat bersama-sama mengambil peran dalam menjaga kelestarian sungai. Sebab, sungai bukan hanya saluran air, tetapi juga sumber kehidupan yang menopang kebutuhan masyarakat luas.

Daftar Isi

0Komentar

Formulir
Tautan berhasil disalin