Gpd0GpW7Tpd5GUC5GpGoGfG9Ti==

Headline:

Jaga Mata Air Lewat Budaya, Diklat Rumat Sumber Gaungkan Konservasi Berbasis Kearifan Lokal

Kota Batu — Nawadya Cita Nusantara menggelar kegiatan Diklat Rumat Sumber dengan menggandeng berbagai yayasan, lembaga, serta masyarakat sebagai upaya bersama menjaga kelestarian sumber mata air di wilayah lereng pegunungan Kota Batu.

Kegiatan yang dilaksanakan 11-12 april 2026 ini mengangkat tema konservasi sumber mata air yang dinilai menjadi aspek krusial dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Mengingat kawasan lereng pegunungan memiliki peran penting sebagai daerah tangkapan air, seluruh pihak dinilai perlu terlibat aktif dalam upaya pelestariannya.

Dalam diklat tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan materi teknis konservasi, tetapi juga mengikuti sarasehan budaya yang mengintegrasikan nilai-nilai adat dengan praktik pelestarian lingkungan. Diskusi tersebut mengangkat bagaimana para leluhur menjaga tempat-tempat yang dianggap penting atau suci, seperti sumber mata air, melalui berbagai ritual yang sebagian masih lestari hingga saat ini.
“Pendekatan budaya menjadi kunci agar konservasi tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyentuh kesadaran kolektif masyarakat,” ujar salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut.

Sejumlah pihak turut terlibat dalam kegiatan ini, di antaranya Kaliku Lestari Nusantara, Yayasan Cempaka, Bawarasa, lembaga adat Desa Bulukerto, lembaga adat Desa Tulungrejo, akademisi dari Universitas Negeri Malang, praktisi ilmu komunikasi, pegiat budaya, hingga generasi muda.

Antusiasme peserta terlihat tinggi selama dua hari pelaksanaan diklat. Peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat, mulai dari sesi materi, diskusi, hingga praktik lapangan. Banyak di antara mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
Tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, Diklat Rumat Sumber ini juga akan ditindaklanjuti dengan aksi nyata di lapangan. Agenda lanjutan yang direncanakan meliputi kegiatan bersih sumber mata air, selamatan sebagai bentuk pelestarian budaya, serta penanaman pohon yang disesuaikan dengan toponimi wilayah atau desa setempat.

Melalui kegiatan ini, Nawadya Cita Nusantara berharap terbangun gerakan bersama yang menggabungkan kekuatan ilmu pengetahuan, budaya, dan partisipasi masyarakat dalam menjaga sumber kehidupan. Upaya ini sekaligus menjadi bukti bahwa konservasi lingkungan dapat berjalan selaras dengan nilai-nilai kearifan lokal yang telah diwariskan oleh para leluhur.
Daftar Isi

0Komentar

Formulir
Tautan berhasil disalin