Kaliku Lestari Nusantara menyoroti maraknya alih fungsi lahan yang seharusnya menjadi area resapan air, namun kini berubah menjadi permukiman, lahan pertanian intensif, hingga kawasan wisata massal. Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap menurunnya kualitas lingkungan dan daya dukung alam.
“Seringkali kebutuhan ekonomi dijadikan alasan pembenar untuk merusak alam, tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang,” ujar perwakilan Kaliku. Ia menambahkan, perubahan fungsi lahan yang tidak terkendali berkontribusi pada meningkatnya risiko bencana seperti banjir dan tanah longsor.
Selain itu, pendangkalan sungai akibat sedimentasi serta penumpukan sampah menjadi sinyal nyata bahwa kondisi lingkungan kian mengkhawatirkan. Fenomena tersebut dinilai sebagai “alarm alam” yang seharusnya menyadarkan manusia untuk segera berbenah.
Kaliku Lestari Nusantara mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan melalui langkah-langkah sederhana namun konsisten. Edukasi, aksi bersih lingkungan, hingga penanaman pohon menjadi bagian dari gerakan kecil yang diyakini mampu memberikan dampak besar jika dilakukan bersama.
“Bumi ini hanya satu. Kerusakan di satu wilayah akan berdampak pada wilayah lain. Karena itu, menjaga bumi adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Melalui peringatan Hari Bumi tahun ini, diharapkan kesadaran kolektif masyarakat semakin tumbuh, tidak hanya dalam bentuk seremonial, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata untuk menjaga keberlangsungan kehidupan di masa depan.
0Komentar