Malang – Ribuan warga memadati jalan-jalan Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, dalam peringatan Bersih Desa Pakisaji yang kembali digelar meriah tahun ini. Tradisi tahunan tersebut ditandai dengan arak jolen, yakni gunungan yang berisi aneka hasil bumi sebagai simbol rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki, kesuburan tanah, serta tercukupinya kebutuhan pangan selama setahun.
Prosesi dimulai dari titik keberangkatan di dalam desa, kemudian iring-iringan jolen diarak mengelilingi sejumlah ruas jalan menuju Lapangan Desa Pakisaji. Sepanjang perjalanan, masyarakat antusias menyaksikan rombongan yang menampilkan beragam jolen berhias hasil pertanian seperti padi, jagung, sayuran, buah-buahan, umbi-umbian, dan komoditas lokal lainnya yang menjadi representasi kemakmuran desa.
Tidak hanya menghadirkan arak jolen, perayaan Bersih Desa juga dimeriahkan dengan berbagai tarian kreasi yang dibawakan oleh kelompok seni dan generasi muda Desa Pakisaji. Penampilan para peserta mendapat sambutan meriah dari masyarakat sebelum akhirnya seluruh rombongan tampil di podium kehormatan.
Di podium utama, rombongan disambut oleh unsur Muspika Pakisaji, Kepala Desa Pakisaji beserta perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan berbagai tamu undangan. Kehadiran seluruh elemen tersebut menunjukkan bahwa tradisi Bersih Desa tidak hanya menjadi agenda budaya, tetapi juga menjadi momentum mempererat persatuan dan semangat gotong royong masyarakat.
Puncak acara berlangsung ketika seluruh jolen yang telah diarak kemudian diperebutkan oleh masyarakat yang telah memadati lapangan. Tradisi rebutan hasil bumi tersebut diyakini sebagai simbol keberkahan sekaligus menjadi ungkapan harapan agar hasil pertanian pada musim berikutnya semakin melimpah.
Lebih dari sekadar perayaan budaya, arak jolen menyimpan filosofi yang erat kaitannya dengan kelestarian alam. Gunungan hasil bumi menjadi simbol bahwa kemakmuran hanya dapat terwujud apabila tanah tetap subur, air tetap mengalir, dan lingkungan tetap terjaga. Nilai-nilai tersebut telah diwariskan oleh para leluhur melalui tradisi yang hingga kini masih terus dilestarikan oleh masyarakat.
Bersih Desa Pakisaji menjadi bukti bahwa budaya lokal memiliki peran penting dalam menumbuhkan rasa syukur sekaligus kesadaran untuk menjaga hubungan yang harmonis antara manusia dan alam. Di tengah berbagai tantangan perubahan lingkungan, tradisi seperti arak jolen menjadi pengingat bahwa keberlimpahan hasil bumi tidak terlepas dari tanggung jawab bersama untuk menjaga kelestarian sumber daya alam.
Melalui pelestarian budaya yang diwariskan secara turun-temurun, masyarakat Pakisaji tidak hanya merawat identitas desanya, tetapi juga menjaga nilai-nilai luhur tentang pentingnya hidup selaras dengan alam. Semangat inilah yang diharapkan terus hidup dan diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari pembangunan desa yang berkelanjutan.
#BersihDesaPakisaji
#ArakJolen
#JolenPakisaji
#Pakisaji
#KabupatenMalang
#BudayaLokal
#KearifanLokal
#SyukurAtasPanen
#HasilBumi
#LestariBudaya
#BudayaDanKonservasi
#JagaAlam
#JagaBudaya
#WarisanLeluhur
#MalangLestari
#PesonaDesa
#GotongRoyong
#LestariUntukGenerasi
#IndonesiaBerbudaya
#HarmoniManusiaDanAlam
0Komentar